Friday, June 24, 2011

Kasih yang tak dibalas..adilkah?

Bismillah..Ar-Rahman..Ar-Rahim..
Allahumma solli a'la Saidina Muhammad, Wa a'la alihi wasohbihi wasallam.

KASIH. Bagi sesetengah orang, perkataan ini sangat sensitif untuk dibahaskan. Lebih-lebih lagi persoalan kasih sayang yang cuba saya bangkitkan dalam tajuk post kali ini. "Kasih yang tak dibalas..adilkah?"

Kasih ibu pada anaknya
Kasih sesama keluarga
Kasih bersahabat
Kasih sesama suami isteri
Kasih pendidik pada pelajarnya
Kasih manusia pada haiwan, tumbuhan serta kebendaan
dan..
Kasih Allah pada Hambanya..

Lazimnya, manusia cukup-cukup sensitif untuk membahaskan 6 kasih teratas. Diringkaskan kasih sayang sesama makhluk. Maka akan timbullah pelbagai isu, penganugerahan, hukuman, dan sebagainya untuk meraikan kasih tersebut.
Tetapi masih tipis kesedaran tentang Kasihnya Tuhan pada Makhluknya untuk dibahaskan, difikirkan, diraikan, disanjung, diwar-warkan..
Bacalah bingkisan sajak buat kita untuk muhasabah diri - perkongsian daripada sahabat fb

*******

Untukmu yang selalu Kucintai,
Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita,
meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu
walaupun hanya sepatah kata.

Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang
indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu….
Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja…
Tak sedikitpun kau menyedari Aku di dekat mu.

Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk…

Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berfikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau
berlari ke telefon dan menelefon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku
menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan
semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk
untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
sedikitpun menyapaKu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu
dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan,
tetapi engkau tidak melakukannya…..

Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan
Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu,
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya
seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV, Aku
tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak,
hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak
waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun
dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-
waktu untukKu dilupakan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati
makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu
dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.

Saat tidur Kufikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa kerana mungkin
engkau masih belum menyedari bahawa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sedari.
Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu, ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.

Baiklah….. engkau bangun kembali dan kembali Aku
menanti dengan penuh kasih bahawa hari ini kau akan
memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu…

Tapi yang Kutunggu … ah tak juga kau menyapaKu.
Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi
kau masih tidak mempedulikan Aku.

Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada
pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU….

Apakah salahKu padamu …? Rezeki yang Kulimpahkan,
kesihatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan
yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukurniakan,
kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepadaKu ???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon
perlindunganKu, bersujud menghadapKu … Kembali kepadaKu.

Yang selalu bersamamu setiap saat,
Tuhanmu….

*******
Masih meragui Kasih Nya?
Masih berat untuk membalas?
Masih berkira untuk bertindak adil?

Semua persoalan ini harus ditujukan pada diri. Setiap hari, apabila bangkit dari tidur..ajar akal kita untuk berfikir, menghargai, dan siapkan diri untuk banyak memberi sepanjang melewati detik-detik sepanjang hari itu. Insyaallah, dengan izin Allah tanpa kita sedari, kita akan mula bersikap adil. Segala pekerjaan dan ibadah yang berat akan menjadi ringan.. Bila hati tenang, dengan sendirinya 'kasih' akan tercipta.. Kasih suci yang lahir dari hati yang sejahtera.

"Tulusnya kasih seorang hamba pada Tuhannya dapat dilihat pada layanannya, buah fikirnya, percakapan dan segala tindak tanduknya..maka jangan bimbang dan meraguinya dalam berkasih sayang.. Kerana Hati itu akan menggambarkan peribadinya.."


Sesungguhnya..

[78]
"Tuhan yang menciptakan daku (dari tiada kepada ada), maka Dia lah yang memimpin dan memberi petunjuk kepadaku;
[79]
"Dan Tuhan yang Dia lah jua memberiku makan dan memberi minum,
[80]
"Dan apabila aku sakit, maka Dia lah yang menyembuhkan penyakitku;
[81]
"Dan (Dia lah) yang mematikan daku, kemudian Ia menghidupkan daku;

[82]
"Dan (Dia lah) yang aku harap-harapkan supaya mengampunkan dosaku pada hari kiamat;
[83]
"Wahai Tuhanku, berikanlah daku ilmu pengetahuan ugama, dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh;
[84]
"Dan jadikanlah bagiku sebutan yang baik (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian;
[85]
"Dan jadikanlah daku dari orang-orang yang mewarisi Syurga Jannatun-Naiim;
[86]
"Dan ampunkanlah bagi bapaku, kerana sesungguhnya ia adalah dari orang-orang yang sesat;
[87]
"Dan janganlah engkau hinakan daku pada hari makhluk-makhluk dibangkitkan hidup semula -
[88]
"Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun,
[89]
"Kecuali (harta benda dan anak-pinak) orang-orang yang datang mengadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera (dari syirik dan penyakit munafik);

Surah Asy-Syu'araa..


Yang memberi kita segala yang diperlukan untuk hidup diatas muka bumi ini adalah Allah. Dan Allah memberinya dengan penuh kasih sayang. Sangat dekat dengan kita. Setianya tiada tandingan. Tidak bermaksud saya membangkang fitrah manusia yang mahu menyayangi dan disayangi itu. Tidak sama sekali. Sebaliknya, saya ingin menyeru pada diri dan saudara yang lainnya agar tidak terlibat dengan 'Kasih Buta'. (sengaja meniru kata-kata 'Cinta Buta' ^^)

Fahamkah apa itu 'Kasih Buta' ? Ia tidak lain tidak bukan membawa maksud kasih yang melebihi had. Melebihi had sehinggakan terabai Kasih kita pada NYA. Kasihkan keluarga, hidup bermatian mencari harta benda hingga lupa tanggungjawab sebagai hamba. Menunaikan solat, memberi didikan agama yang sempurna dan banyak lagi. Kasihkan teman hingga banyak masa dihabiskan untuk berbual, keluar jalan bersama. Begitu juga kasih-kasih yang lainnya.

Bagaimana nak membalas kasihNya?

Sudah tentu kita hamba yang lemah. Tidak akan mampu untuk membayar dan membalas dengan apa-apa pun yang ada dimuka bumi ini. Allah memberikan kasihnya tidak mengira darjat, pangkat, dan usia. Tidak mengira kaya miskinnya seseorang itu. Begitu tulus, tidak meminta untuk kita gadaikan maruah diri untuk membalas kasihnya.

Allah itu tidak kejam pada hambanya. Tidak pernah menzalimi kita dalam usaha mengasihiNYA. Hanya dengan menyebut kalimah-kalimah suci seperti subhanallah..alhamdulillah..allahuakbar, mengalunkan ayat suci kalam indahnya, menyebarkan risalah tauhid, menegakkan kesucian agama..itu semua sudah memadai bagiNYA.
Dan yang paling mudah..laksanakan perintahnya, jauhi larangan. Insyaallah, sekiranya benar-benar tulus ia dilakukan hanya kerana Allah..kerana kasihkan Allah, Ya Latif, Yang Maha Lembut itu pasti mencurahkan kasih sayang Nya yang lebih mendalam.
"Selangkah mendekatiNya, Sepuluh langkah Allah datang pada kita"

Bawa Dia bersama dalam tiap langkah-langkah kehidupan. Disitulah 'kasih' akan tercipta..
Dengan syarat "mahu mencipta mahu"






-------->>>>>>>>>>> ♥
(¨`·.·´¨) *Always *
`·.¸(¨`·.·´¨) *Keep*
(¨`·.·´¨)¸.·´ *Zikir!*
`·.¸.·´ *peace 4 Iman*



***kami ingin ke syurga tanpa disiksa terlebih dahulu***


No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget